Untuk Kamu

Catatan ini ditujukan untuk kamu yang hari2 menjenguk ke sini (ada ke? huhu)

Sepanjang minggu ini, atau minggu hadapan atau minggu hadapan satu lagi, mungkin saya tidak akan mencatat apa2 di sini. Kerja2 tesis sedang bergayut2 di leher saya. Saya mahu menghambakan diri kepada penulisan tesis sebentar. Sementara itu, saya mahu berkongsi lagu kesukaan saya ketika ini. Saya mendengarnya berkali2 tak berhenti dari semalam hingga sekarang. Lagu ini sangat membantu membina jiwa saya. Saya harap ia mampu membantu jiwa kamu juga. Lagu ini sangat berguna untuk sesiapa yang ditinggalkan oleh pasangan yang tak berguna. Cintailah diri sendiri, juga Tuhan (ingatan untuk saya dan kamu)

Lagu ini untuk kamu

I’m me once more

No, I really don’t think so
That you think I’d be incapable of being on my own
No, I really don’t think so
That I would for a second let you back in through my door

I have spent many a nights
Even when you are by my side
I shed tears I couldn’t dry
I shed tears I couldn’t dry

But I should thank you for
Taking my blindfold off now
I ain’t jaded no more, no more
And I take pride in being the one that said goodbye
That could only mean I am me, once more

You would turn your head the other way
So you won’t have to listen to what I have to say
You assume that I needed you
But you didn’t realize that I needed no one but myself
I needed no one but myself

But I should thank you for
Taking my blindfold off now
I ain’t jaded no more, no more
And I take pride in being the one that said goodbye
That could only mean I am me, once more

That could only mean I am me, once more
That could only mean I am me, once more

2 thoughts on “Untuk Kamu

  1. sajak nie teman hafal sejak 24th lalu….

    tatkala ku temuimu
    ku bawa bersama
    agar….
    kita bisa berdua….
    menghayati hidup yang perisa
    segar megar harapan itu
    tapi….
    bila suatu liku ku tiba
    segumpul awan membawa sapa
    sapa-sapa yang pedih di cuping telinga berkota
    dan….
    sungai merah mulai mengalir
    terdampar ke sebuah danau
    yang selama ini kekeringan
    oh…..
    aku rasa kini satu kematian
    tapi….
    aku tidak mati
    cuma…….
    kelayuan sebuah harapan.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s